Selasa, 13 November 2012

Antara Dunia dan Akhirat

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Seperti yang kita ketahui sebagai umat muslim, kehidupan ini ada 2, dunia dan akhirat. Dimana dunia merupakan kehidupan sekarang yang bersifat sementara, sedangkan akhirat adalah kehidupan nanti setelah mati, kehidupan sesungguhnya yang kekal. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut Ayat 64 :

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut: 64).

Banyak manusia yang berlomba-lomba mengejar harta dunia, bahkan sampai mendewakannya. Tetapi tidak sedikit pula mereka yang terperangkap pada ritual ibadah saja,sehingga urusan duniawi ditelantarkan.

Kita sebagai umat Muslim seharusnya menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qashash Ayat 77 :

 وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ 
إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

"Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash: 77).

Kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang harus dipersiapkan dari sekarang,dimana kehidupan dunia merupakan kehidupan untuk mempersiapkan bekal kehidupan akhirat nanti. Enak dan tidaknya kehidupan seseorang di akhirat sangat bergantung pada bagaimana ia menjalani kehidupan di dunia ini. Manfaatkanlah segala hal yang telah diberikan di dunia, seperti harta, masa muda, dan juga kesehatan. Siapa yang beriman dan beramal saleh di dunia, maka akan mendapatkan kenikmatan di akhirat. 

Ketika manusia memandang kehidupan akhirat, bukan berarti ia tidak boleh menikmati atau melalaikan kehidupan dunia. Selama tidak melanggar ketentuan Allah SWT, jalani dan nikmatilah kehidupan dunia dengan cara yang sebenarnya. Allah berseru agar kita tidak melalaikan kehidupan dunia, seperti makan, minum, dan bekerja. Kehidupan akhirat memang lebih baik, tetapi bukan berarti kehidupan dunia ini jelek dan dicampakkan begitu saja.

Untuk sukses dunia dan akhirat,ada 1 hal yang sangat penting yang harus bisa kita kendalikan,yaitu nafsu. Syaitan merupakan salah satu aktor yang berperan penting dalam urusan nafsu manusia, dimana mereka akan berusaha menjerumuskan manusia ke jalan yang sesat. Lalu bagaimana cara mengatasi hawa nafsu manusia akibat bujuk rayu syaitan? Caranya yaitu dengan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Dalam mempersiapkan kehidupan akhirat nanti,ada beberapa hal yang harus kita lakukan di dunia ini:
  1. Raihlah segala kenikmatan dunia dengan cara yang baik dan halal, bukan dengan menghalalkan segala cara.
  2. Apa yang kita raih tersebut gunakanlah untuk kebaikan, bukan untuk hal-hal yang bisa membuat kerusakan.
  3. Jangan lupa kepada Allah SWT dari apa yang telah diraih tersebut,tetaplah bersyukur kepada Allah SWT, Insha Allah kenikmatan dunia akan terasa semakin banyak manfaatnya.
Kebahagiaan akhirat sangat bergantung pada apa yang kita kerjakan di dunia ini. Allah menciptakan dunia untuk manusia sebagai fasilitas menuju akhirat. Allah juga menjadikan dunia sebagai tempat ujian bagi manusia,untuk mengetahui siapa yang pantas menempati surga Allah di akhirat kelak.

Semoga kita sebagai umat muslim dapat meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Amin Ya Rabbal Alamin.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar